Wartawan Kebumen Dibekali Etika Liputan Bencana dari BNPB

Wartawan Kebumen Dibekali Etika Liputan Bencana dari BNPB
Wartawan Kebumen dibekali etika liputan bencana dari BNPB. Tekankan akurasi, hindari hoaks, dan hormati penyintas. (Foto: Dok. PWI Kebumen)
PWI KEBUMEN - Puluhan wartawan di Kabupaten Kebumen mendapatkan pembekalan etika peliputan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kegiatan penguatan peran media, Senin, 3 Agustus 2026 malam.

Kegiatan yang berlangsung di kantor BPBD Kebumen ini menghadirkan narasumber dari Pusdatin Danung Arifin dan Apri Setiawan. Pesertanya wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen.

Daning Arifin menekankan pentingnya akurasi di atas kecepatan dalam pemberitaan bencana. Jurnalis wajib menghindari spekulasi jumlah korban sebelum data resmi diumumkan Pusdalops BPBD.

Prinsip utama yang dipaparkan mencakup penghormatan pada penyintas dengan tidak mengeksploitasi trauma korban. 

Wartawan juga diwajibkan mengantongi izin saat mewawancarai anak atau kelompok rentan serta melindungi privasi penyintas di pengungsian.

Dalam fase awal darurat, media memiliki peran krusial mengisi ruang kosong informasi pada 60 menit pertama. Hal ini bertujuan mencegah kepanikan publik dan membendung penyebaran hoaks oleh pihak tak bertanggung jawab.

Media massa didorong tidak sekadar melaporkan jumlah korban jiwa atau kerugian material. Jurnalis aktif menyuarakan aspek pencegahan, edukasi mitigasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Informasi yang disampaikan media mencakup jalur evakuasi aman, lokasi posko pengungsian, pusat kesehatan, dapur umum, dan kontak layanan darurat. Semua data bersumber dari Pusdalops BPBD sebagai pintu informasi satu pintu.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono menyampaikan apresiasi atas kehadiran rekan-rekan media. Kegiatan dikemas secara santai di halaman kantor BPBD yang baru agar terbangun kedekatan emosional antara jurnalis dan petugas kebencanaan.

"Biasanya kita bertemu di lapangan dengan kaos oranye dalam situasi darurat yang menegangkan. Malam ini kita berkumpul dalam suasana hangat, berdiskusi, dan mempererat kemitraan agar ke depan penyampaian informasi kebencanaan di Kebumen tetap satu pintu, cepat, responsif, dan terpercaya," ungkap Udy.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanie Giat Setyawan, saat membacakan sambutan Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi aktif seluruh unsur Pentahelix.

Unsur tersebut meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas, serta media massa. Pemkab Kebumen berharap kapasitas insan pers dalam pemberitaan kebencanaan semakin meningkat.

Informasi yang disajikan tidak hanya cepat menjangkau pembaca, tetapi juga bersifat edukatif, humanis, dan mampu menenangkan masyarakat. 

Hal ini memperkokoh terwujudnya Kabupaten Kebumen yang semakin tangguh dan tanggap menghadapi bencana.